Saudaraku, kreta dakwah kita telah melalui banyak stasiun, berhenti sejenak melihat apa yang telah kita lalui, melihat sekeliling yang terus bergerak dinamis, memperkuat baut-baut yang longgar karena perjalanan ini. Kita tidak tau kapan stasiun terakhir itu bisa kita tuju, tapi kewajiban untuk menjaga agar kereta ini tidak salah jalur dan selamat sampai tujuan adalah bagian dari tugas yang tidak akan pernah dan tidak boleh terlupakan.
Dalam perjalanan yang selalu menjadi pengalaman pertama bagi kita ini, perjalanan yang kita tidak pernah tau rute dan kondisi rel yang akan kita lalui, kita butuh pemimpin yang mempunyai visi kedepan, masinis yang segar, semangat dan selalu berkonsentras pada tujuan yang kita dambakan. Karena itu, dalam setiap stasiun itu, terkadang masinispun harus berganti. Hingga kini perjalanan kitapun telah dimulai kembali.
Dengan suara deruman mesin-mesin lokomotif yang dihidupkan oleh masinis yang baru ini, ada semangat baru dan harapan baru bagi kita para penumpangnya, agar perjalanan kedepan makin banyak penumpang yang menaiki kreta kita yang selalu bangga akan apa yang mereka dapatkan. Kepada segenap pimpinan UKM-Kerohanian Jama’ah A.R. Fachruddin ke 12 yang telah terpilih: Ketum: Ali Azham Burhani (IP/FISIP/06), Sekum: Khazinatun Asrar (Informatika/FT/05), Bendum: Herniyawati (B. Inggris/FKIP/05), Kami titipkan kereta ini pada antum, semoga antum bisa bersabar dalam melalui setiap lintasan yang ada, karena penumpang di depan sana telah menanti kedatangan kereta ini.
Saudaraku, sungguh masih banyak ladang amal yang harus kita kerjakan. Langkah kita belumlah separuh jalan, masih jauh dari ujung pemberhentian. Ladang amal yang telah kita kerjakan adalah sebuah prestasi tapi bukan berarti kita harus berhenti. “Dan bila kalian telah selesai (dalam satu urusan) maka bersungguh-sungguhlah (untuk melakukan urusan yang lain). Dan kepada Tuhanmulah kalian berharap”, (Alam Nasyrah: 7-8). Teruslah bergerak, karena gerak adalah fitrah manusia yang hidup. Gerak adalah lambang dinamika, sementara diam adalah ciri kejumudan dan kemalasan. Jadikanlah setiap langkah gerakmu adalah manfaat, dan yakinlah semua bisa kita raih jika kita memiliki kesungguhan untuk meraihnya. Dan tetaplah bertakwa kepada Allah karena dari sanalah datangnya pertolongan. (wahyu permadi/ketum JF_10)
eta berkata,
Juli 20, 2009 pada 7:18 am
smoga pemimpin2 ini bisa membawa JF menjemput kemenangan dakwah Islam
Artha berkata,
Agustus 30, 2009 pada 3:46 pm
SEMANGAT TERUS BUAT PARA PENGEMBAN DAKWAH KAMPUS
Di luar “daerah aman” ini banyak banget PR yang harus di lakukan maka bukalah hati kalian agar yang lain bisa merasakan adanya LDK di kampus putih. Peganglah “bara api” itu dengan kuat. Citrakan pada masyarakat kampus kalau akhlaq kalian memang “the real moslem”.
endah berkata,
September 12, 2009 pada 3:40 pm
Saudaraku, selamat ! antum tlah mjd orang2 pilihan, smoga tetap istiqomah meretas jalan dakwah. Jangan ragu tuk berbuat demi umat, sebab ALLAH is your saviour.
Qory berkata,
September 28, 2009 pada 3:36 am
Terkadang tidak semua apa yang kita atau pendahulu kita buat harus tetap berdiri tegak.
Terkadang kita bangga meneruskan perjuangan senior kita padahal caranya sudah BASI dan kadaluarsa.
Terkadang kita sering melihat sisi roamantismenya daripada rasionalisasi dalam dakwah ini.
Terkadang yang prinsip tertutup oleh yang cabang hanya karena persepsi dominan beberapa orang.
Wajihah adalah wasilah kita dalam mengokohkan eksistensi dan memperluas ekspansi dakwah
Wajihah adalah aktualisasi manhaj dari apa yang kita peroleh dalam Tarbiyah
Wajihah ada bukan membebani apa yang sudah ada dan akan ada
Wajihah harus bergerak maju sesuai dengan marhalahnya